Di tengah performa buruk di kompetisi domestik dan kekalahan beruntun di Liga Champions , pelatih kepala Manchester United Michael Carrick kini berada di bawah tekanan besar. Terkait situasi kepelatihan Manchester United, jurnalis ternama Fabrizio Romano membagikan pandangannya.

Dalam podcast YouTube-nya, Romano mengatakan: “Ini adalah momen yang sangat krusial bagi Manchester United. United akan menghadapi Bournemouth di Premier League, dan laga ini benar-benar akan menentukan masa depan Carrick. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, setelah kekalahan telak dari Como, petinggi Manchester United mengadakan pembahasan internal secara mendalam. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk tidak langsung memecatnya. Sebaliknya, mereka memilih memberi Carrick waktu dan kesempatan tambahan untuk mengamati serta menilai performa tim hingga jeda internasional mendatang. Itulah juga alasan Carrick hadir dalam konferensi pers prapertandingan pada Jumat dan menyampaikan pidato emosional selama lima menit. Tujuannya sangat jelas: berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan pekerjaannya, sekaligus melindungi klub dan para pemain di ruang ganti. Ia menegaskan: ‘Saya 100% percaya kepada tim ini.’”
“Namun, saya ingin berbicara terus terang: memang ada masalah di dalam skuad, dan kenyataan itu tidak bisa dihindari. Carrick benar-benar menghadapi kesulitan dalam mengelola pemain dan menyusun taktik, yang secara langsung berkontribusi terhadap penurunan hasil. Meski demikian, semua pihak di Manchester United—para pemain, eksekutif, maupun anggota dewan—sepakat bahwa Carrick adalah sosok yang sangat karismatik dan memiliki karakter luar biasa. Ia mendapat respek dari semua orang, jadi masalah ini sama sekali bukan keretakan hubungan pribadi; persoalannya lebih berkaitan dengan keputusan taktis dan penerapannya di lapangan. Setelah laga melawan Como, beberapa pemain jelas merasa tidak puas. Namun, dewan tetap memberinya tambahan waktu.”
“Pada saat yang sama, dalam beberapa hari terakhir Manchester United telah mengadakan pembahasan internal untuk mengevaluasi calon pengganti, sebagai langkah antisipasi jika mereka memutuskan berpisah dengan Carrick. Terkait sejumlah pelatih ternama yang ramai diperbincangkan, saya ingin memberikan klarifikasi yang tegas. Pertama, Unai Emery sama sekali bukan opsi untuk posisi pelatih Manchester United. Emery sangat bahagia di Aston Villa, tempat ia memiliki wewenang penuh atas transfer, perekrutan pemain, dan urusan internal klub; perannya jauh melampaui sekadar pelatih kepala karena ia memimpin seluruh proyek, dan saat ini ia berkomitmen penuh kepada Villa. Dewan Manchester United sangat mengagumi Fabian Hürzeler, tetapi ia sepenuhnya fokus pada Brighton dan belum ada kontak resmi antara kedua pihak. Dewan Manchester United—terutama petinggi INEOS—sangat menghargai Julian Nagelsmann secara internal, dan namanya sudah lama masuk dalam daftar kandidat mereka. Antonio Conte mengeluarkan pernyataan tegas dalam 48 jam terakhir, menjelaskan bahwa ia belum membuat kesepakatan awal dengan Manchester United, Juventus, ataupun klub lain. Namun, ia juga sudah menyampaikan sikapnya: selama proyek dan kondisinya tepat, ia sepenuhnya siap mengambil alih tim di tengah musim. Jika Manchester United memutuskan untuk mengganti pelatih dan menghubungi Eddie Howe, ia tetap terbuka untuk bernegosiasi mengenai kemungkinan mengambil alih tim di tengah musim.”
“Tentu saja, menurut petinggi Manchester United, Carrick layak mendapat respek dan kesempatan ini untuk menyelamatkan posisinya. Laga mendatang melawan Bournemouth dan perkembangan dalam beberapa pekan ke depan akan sangat menentukan masa depan Manchester United Football Club.”




